Tampilkan postingan dengan label Beranda. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Beranda. Tampilkan semua postingan

Selasa, 09 Juli 2024

Kurikulum Merdeka dan Perbedaan dengan Kurikulum 2013

Kurikulum Merdeka

 adalah kurikulum yang memberi keleluasaan dan memudahkan pendidik menerapkan pembelajaran yang lebih mendalam, sesuai dengan kebutuhan peserta didik, dan fokus pada penguatan karakter. Berdasarkan informasi yang saya temukan:


    1. Fokus pada Muatan Esensial: Kurikulum Merdeka berpusat pada muatan yang paling diperlukan untuk mengembangkan kompetensi dan karakter murid. Ini memungkinkan pendidik memiliki waktu yang memadai untuk melakukan pembelajaran yang mendalam dan bermakna. Dengan pendekatan ini, Kurikulum Merdeka menjawab berbagai tantangan zaman dan isu terkini, seperti perubahan iklim, literasi finansial, literasi digital, literasi kesehatan, dan pentingnya sastra dalam memperdalam kemampuan literasi murid..


    2.Pengembangan Karakter: Kurikulum Merdeka juga menekankan pengembangan kompetensi spiritual, moral, sosial, dan emosional murid. Ini dapat dilakukan melalui pengalokasian waktu khusus atau terintegrasi dengan proses pembelajaran, seperti melalui Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5).

    

    3.  Fleksibel: Pembelajaran dalam Kurikulum Merdeka dapat disesuaikan dengan kebutuhan pengembangan kompetensi murid, karakteristik satuan pendidikan, dan konteks lingkungan sosial budaya setempat..

Jadi, Kurikulum Merdeka bertujuan untuk mengasah minat dan bakat anak sejak dini, dengan fokus pada materi esensial, pengembangan karakter, dan kompetensi peserta didik. Ini merupakan langkah positif dalam meningkatkan kualitas pembelajaran di Indonesia.


Kurikulum Merdeka memiliki beberapa perbedaan signifikan dengan Kurikulum 2013 yang sebelumnya diterapkan di Indonesia. Berikut adalah perbandingan antara keduanya:


    1. Kerangka Dasar:

Kurikulum 2013: Berlandaskan pada tujuan Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas) dan standar nasional pendidikan.

Kurikulum Merdeka: Juga berlandaskan pada tujuan Sisdiknas dan standar nasional pendidikan, tetapi dengan fokus pada pengembangan profil pelajar Pancasila1.

    2. Kompetensi yang Dituju:

Kurikulum 2013: Menggunakan Kompetensi Dasar (KD) yang dikelompokkan menjadi 4 Kompetensi Inti (KI), yaitu sikap spiritual, sikap sosial, pengetahuan, dan keterampilan.

Kurikulum Merdeka: Menggunakan capaian pembelajaran yang disusun per fase. Capaian pembelajaran berupa paragraf yang menggambarkan pengetahuan, sikap, dan keterampilan, untuk mencapai, meningkatkan, atau menguatkan kompetensi1.

    3. Pendekatan Pembelajaran:

Kurikulum 2013: Menggunakan pendekatan berbasis kompetensi dengan pendekatan saintifik untuk mengembangkan kemampuan peserta didik secara menyeluruh (kognitif, afektif, dan psikomotorik).

Kurikulum Merdeka: Menggunakan pendekatan yang mendorong peserta didik untuk berperan aktif dalam pembelajaran. Kurikulum ini juga menekankan pembelajaran berbasis proyek (project-based learning) dan pengembangan keterampilan hidup.

Dengan perubahan ini, diharapkan Kurikulum Merdeka dapat lebih mengakomodasi kebutuhan belajar dan minat peserta didik, serta memperkuat karakter dan kompetensi mereka.


Sumber: https://kurikulum.kemdikbud.go.id/

https://ditpsd.kemdikbud.go.id/hal/kurikulum-merdeka

Senin, 05 Februari 2024

Administrasi Guru SD/MI

 Pengertian Administrasi Guru

Download Disini Administrasi Guru SD:
Guru PAI &BP

Administrasi guru adalah suatu petunjuk kerja atau pedoman belajar yang digunakan guru untuk kegiatan pembelajaran sehingga kegiatan tersebut dapat berlangsung lebih efektif dan efisien. Administrasi guru ini merupakan hal penting yang harus dipersiapkan oleh guru, baik di tingkat pendidikan SD maupun SMA/SMK. 

Tanpa adanya administrasi yang lengkap, maka proses pembelajaran tidak berjalan efektif sehingga tujuan pembelajaran pun tidak tercapai secara maksimal. 

Secara umum, administrasi guru terdiri dari 20 jenis yang meliputi Kalender Pendidikan, Silabus, Program Semester (PROMES), hingga Penelitian Tindakan Kelas (PTK).  Namun, seiring dengan perubahan dan perkembangan kurikulum, administrasi guru yang harus dipersiapkan tentu berbeda. 

Maka dari itu, penting sekali bagi guru untuk mengetahui dokumen apa saja yang perlu dipersiapkan sebelum memulai kegiatan pembelajaran. 

Tujuan Administrasi Guru

Pentingnya mempersiapkan administrasi guru sebelum kegiatan pembelajaran tentu memiliki tujuan tersendiri. Berikut adalah beberapa tujuan administrasi guru. 

1. Sebagai pedoman pembelajaran

Salah satu tujuan administrasi guru adalah sebagai pedoman pembelajaran. Dengan adanya administrasi ini, guru memiliki arahan tentang kegiatan pembelajaran yang akan dilakukan, termasuk kapan kegiatan akan dilakukan dan bagaimana cara melakukannya. 

2. Sebagai standar minimal kinerja guru

Administrasi guru juga bertujuan sebagai standar minimal kinerja guru. Hal ini dikarenakan, salah satu kriteria guru yang profesional adalah senantiasa membuat perencanaan kegiatan pembelajaran yang terstruktur dan sistematis. 

Administrasi ini juga biasanya menjadi salah satu cara pengawas atau guru itu sendiri dalam mengukur kinerja guru, mengevaluasi kinerja guru, serta memperbaiki kinerja yang dirasa masih kurang baik. 

Jenis-jenis Administrasi Guru

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya bahwa secara umum, administrasi guru kelas 1 SD maupun kelas 12 SMA/SMK terdiri dari 20 jenis yang meliputi:

Kalender Pendidikan

Program Semester (PROMES)

Program Tahunan (PROTA)

Silabus

Analisis SK/KD (Kompetensi Dasar)

Prosedur Penilaian

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)

KKM

Jurnal/Agenda Guru

Buku Presensi

Daftar Nilai

Buku Pegangan (Buku Paket, modul, dan LKS)

Bahan Ajar

Kisi-kisi Soal

Kartu Soal

Analisis Hasil Ulangan

Program Remedial

Program Pengayaan

Kumpulan Soal/Bank Soal

Penelitian Tindakan Kelas (PTK)

Administrasi Guru Kurikulum 2013

Berikut adalah beberapa administrasi guru Kurikulum 2013 yang harus dipersiapkan guru di awal tahun pembelajaran.

1. Silabus

Silabus adalah suatu rencana pembelajaran di setiap mata pelajaran yang terdiri dari kompetensi inti, kompetensi dasar, materi pokok/pembelajaran, alokasi waktu, hingga media pembelajaran yang digunakan. Silabus ini sudah cukup lama digunakan dalam administrasi pendidikan dan masih digunakan hingga Kurikulum 2013. 

2. Rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP)

Sesuai dengan namanya, rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) adalah rencana kegiatan guru dan siswa selama proses pembelajaran untuk satu pertemuan atau lebih. RPP ini dibuat berdasarkan silabus untuk membimbing kegiatan pembelajaran siswa dalam mencapai kompetensi dasar (KD). 

3. Kalender Akademik

Kalender akademik adalah jadwal kegiatan akademik yang akan dilakukan selama satu tahun. Biasanya, kalender akademik ini dibagi menjadi dua, yakni kalender akademik  semester ganjil dan kalender akademik semester genap. 

Adapun tujuan dari kalender akademik ini adalah agar waktu selama satu tahun ini dapat terbagi secara merata dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan. 

4. Program Tahunan (Prota)

Program Tahunan atau Prota juga menjadi salah satu administrasi guru yang harus dipersiapkan dalam Kurikulum 2013. Prota sendiri merupakan susunan alokasi waktu selama satu tahun ajaran dalam mencapai standar kompetensi (SK) dan kompetensi dasar (KD) yang telah ditentukan. 

5. Program Semester (Promes)

Jika program tahunan disusun untuk satu tahun ajaran, maka program semester atau promes merupakan hal-hal yang ingin diraih guru selama satu semester pembelajaran. Promes juga dapat diartikan sebagai bentuk penjabaran dari prota. 

Selain kelima administrasi tersebut, dalam Kurikulum 2013 juga perlu mempersiapkan dokumen administrasi lain, seperti Rincian pekan efektif, buku absen, buku jurnal, buku penilaian, bundel portofolio, bank soal, dan media pembelajaran yang digunakan. 

Administrasi Guru Kurikulum Merdeka

Berbeda dengan Kurikulum 2013, administrasi guru Kurikulum Merdeka dapat dikatakan jauh lebih sederhana. Adapun dokumen administrasi yang perlu dipersiapkan, antara lain:

1. Modul Ajar

Modul ajar adalah salah satu dokumen administrasi guru yang harus dipersiapkan dalam Kurikulum Merdeka. Modul ajar ini harus dirancang secara lengkap dan sistematis karena berperan sebagai panduan dan pedoman guru dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran. 

Di dalamnya, terdapat empat komponen yang menjadi dasar dalam proses penyusunannya, yakni informasi umum, capaian dan tujuan pembelajaran, detail rancangan penggunaan, serta detail pertemuan. 

2. Modul Projek

Selain modul ajar, modul projek juga menjadi dokumen administrasi guru yang harus dipersiapkan dalam Kurikulum Merdeka. Adanya modul projek ini bertujuan untuk memudahkan guru maupun siswa dalam melaksanakan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5). 

Di dalamnya, terdapat gambaran rencana pembelajaran dengan metode pembelajaran berbasis projek (project based learning) yang disusun sesuai dengan fase atau tahap perkembangan siswa. Tak hanya itu saja, dalam penyusunan model projek juga harus mempertimbangkan tema projek yang dipilih. 

3. Buku teks pelajaran

Buku teks pelajaran adalah buku yang memuat materi pelajaran tertentu sesuai dengan bidang mata pelajaran. Buku ini disediakan oleh pemerintah tanpa dipungut biaya. 

Dalam hal pembelajaran, buku teks ini terdiri dari dua jenis, yaitu buku teks siswa sebagai peserta didik dan buku panduan guru sebagai pendidik. 

Buku teks siswa adalah buku yang menjadi pegangan siswa selama mengikuti kegiatan pembelajaran, sedangkan buku panduan guru adalah buku yang digunakan oleh guru sebagai panduan atau acuan dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran yang telah disesuaikan dengan buku tes siswa. 

Permasalahan Administrasi Guru di Indonesia

Berdasarkan ulasan di atas, dapat diketahui bahwa ada berbagai macam dokumen administrasi yang harus dipersiapkan guru sebelum memulai kegiatan pembelajaran. Hal ini tentu menjadi beban tersendiri untuk guru. 

Di lain sisi, guru juga harus fokus dalam menjalankan tugasnya sebagai tenaga pendidik agar dapat menghasilkan siswa yang cerdas dan berakhlak mulia. 

Sebagai solusi atau upaya mengurangi beban administrasi guru, Nadiem Makarim selaku Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Indonesia melakukan penyederhanaan administrasi guru. Contohnya, dengan mengubah pembuatan RPP yang sebelumnya berlembar-lembar, kini menjadi satu lembar saja, tapi tetap mencakup unsur-unsur pembelajaran, seperti tujuan pembelajaran, kegiatan pembelajaran, serta asesmen atau penilaian pembelajaran.

Dengan berkurangnya beban administrasi guru ini, diharapkan guru dapat fokus pada pengembangan belajar siswa. 

Bapak/Ibu guru, demikian ulasan mengenai administrasi guru. Meskipun pemerintah sudah memberikan solusi agar penyusunan administrasi ini tidak membebani guru, Bapak/Ibu guru juga perlu menemukan solusi yang tepat untuk diri sendiri dalam mengerjakan administrasi guru.

Misalnya, dengan menentukan dan membagi waktu antara mengerjakan administrasi guru dan mengajar siswa. Dengan begitu, guru tidak akan merasa terbebani dengan tugas-tugas yang diberikan.


Selasa, 19 Oktober 2021

Bahan aplikasi Pembuatan Video Pembelajaran


assalamualaikum wr wb. 

terima kasih sahabat, sudah berkunjung, 

Dalam era Industri 4.O seorang guru harus betul betul menguasai berbagai hal salah satunya IT. Berikut beberapa aplikasi yang dibutuhkan untuk mendukung pembuatan gambar ,video, baik video pembelajaran ataupun video lainnya, silahkan sahabat @mentszblogspot.com download di link dibawah ini.


1. Download Time stamp photo and video free Karena banyak yang download silahkan di link 2 TIME STAMP DISINI apk android untuk menambahkan waktu di video

2. Download Bandicam Full Crack dan bandicam baru full aktivasi PC gratis untuk pembuatan video dengan tampilan muka /wajah di PC

3. download Movie Maker full crack PC Gratis Untuk edit video dengan mudah.

4. download pixellab gratis apk android Untuk pembuatan gambar/cover, thumbnail youtube dll

5. download Kinemaster diamond full Apk gratis atau Kinemaster Blue Mod apk untuk editing video mudah di android


Terima kasih semoga membantu sahabat, sehat dan dan selalu dimudahkan rizqinya.

wassalamualaikum wr wb


kunjungi channel youtube @HSN Sireum

untuk update pengetahuan Olahraga, triks dan Informasi dunia Pendidikan


Minggu, 17 Oktober 2021

Permainan Bola Voli

Permainan Bola Voli

A. Sejarah Permainan Bola Voli
Sejarah Perkembangan Bola Voli di Indonesia
Indonesia mengenal permainan bola voli sejak tahun 1982 pada zaman penjajahan Belanda. Guru-guru pendidikan jasmani didatangkan dari Negeri Belanda untuk mengembangkan olahraga umumnya dan bola voli khususnya.Di samping guru-guru pendidikan jasmani, tentara Belanda banyak andilnya dalam pengembangan permainan bola voli di Indonesia, terutama dengan bermain di asrama-asrama, dilapangan terbuka dan mengadakan pertandingan antar kompeni-kompeni Belandasendiri.
Permainan bola voli di Indonesia sangat pesat di seluruh lapisan mayarakat, sehingga timbul klub-klub di kota besar di seluruh Indonesia. Dengan dasar itulah maka pada tanggal 22 januari 1955 PBVSI (persatuan bola voli seluruh indonesia) didirikan di Jakarta bersamaan dengan kejuaraan nasional yang pertama.

Jumat, 18 Desember 2015

Filosofi Hakekat Beladiri Tarung Drajat


  Filosofi Hakekat Tarung Drajat
                Tarung Derajat itu adalah Ilmu Olahraga Seni Pembelaan Diri yang memanfaatkan Senyawa Daya Gerak Otot, Otak serta Nurani secara Realistis dan Rasional, didalam proses pembelajaran dan pemberlatihan gerakan-gerakan seluruh anggota dan organ tubuh serta bagian-bagian penting lainnnya, dalam rangka memiliki dan menerapkan 5 (lima) unsur daya moral, antara lain yaitu : Kekuatan - Kecepatan - Ketepatan - Keberanian dan Keuletan, yang melekat dengan Dinamis dan Agresif dalam suatu Sistem Ketahanan / Pertahanan diri serta Pola Teknik, Taktik dan Strategi Bertahan menyerang yang Praktis dan Efektif bagi suatu Pembelaan Diri. Untuk digunakan terutama pada upaya Pemeliharaan Keselamatan, Kesehatan dan Kesempatan Hidup sebagai Manusia yang berhakekat, seperti mampu menghindari dan menjauhkan sikap hidup permusuhan dan kesombongan, pencegahan dan pemulihan penyakit fisik dan mental, serta mampu mensyukuri kehidupan dan berbuat amal kebaikan bermanfaat bagi kemanusiaan.
Senyawa Daya Gerak Otot, Otak serta Nurani di atas tadi berasal dan diperoleh dari proses Fikiran Rasa dan Keyakinan atas dan tentang berbagai macam sifat, motif dan bentuk serta cara datang kemudian menerima dan menyikapi serta menjawab peristiwa-peristiwa terjadinya suatu kejadian hidup yang dialami dan teralami sendiri di dalam menjalani kehidupan sehari-hari sesuai dengan bidang garapan hidup yang ditekuni secara Realistis dan Rasional pada setiap tatanan ruang lingkup, tataran dan tingkatan kehidupan yang diganti selaras dengan adab-adabnya dalam rangka berinteraksi hidup keluarga, masyarakat, hingga bernegara dan berketuhanan YME. Pengalaman tersebut bergulir secara alamiah dari waktu ke waktu sejak masa kecil bergerak sepanjang hayat.
Rangkaian dari suatu proses pengalaman hidup tersebut ditata dalam bentuk paduan imajinasi yang sarat dengan hasrat perjuangan dan kerja keras untuk merubah nasib, tertata dalam bentuk paduan kreativitas. Paduan imajinasi menyatu dengan paduan kreativitas melahirkan suatu tindakan hidup yang praktis dan efektif. Dan tindakan moral yang dilakukan dengan konsisten pada setiap menghadapi tantangan dan tuntutan hidup, merefleksi dalam paduan Keberanian Moral.
Kita kembangkan Beladiri Asli Indonesa Semoga bisa semakin maju lagi



BOX...........!!!!!! Satlat Kab Cianjur


AKU RAMAH BUKAN BERARTI TAKUT

AKU TUNDUK BUKAN BERARTI TAKLUK

JADIKANLAH DIRIMU

OLEH DIRI SENDIRI


Selasa, 15 Desember 2015

Materi Kurata 1 Beat Putih





 Hal pertama kali ketika kita bergabung dengan tarung Derajat kita akan memakai pakaian seragam dengan dilengkapi sabuk putih yang biasa digunakan setiap latihan, berikut materi inti kurata I beat putih yang akan pertama kali kita latih.
 1. Materi Kurata I (Satu).
1.1. Sikap Dasar
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgLDs8kMkSv9ulthBehkR41sjCYTsv6s1E_HXjPl24y8Y1iIpaaaE7tQd0W6mJTSprum4HKhldBcH5FRtb_S6Nnb3h8JYEJj3D2Rm6YsCCybYV0_2NYZHkmU2FSUc50RMKYW7TBp_HxpIg/s320/sabuk.jpg
Sikap dasar terdiri dari cara- cara: (1) kerapihan sikap, (2) penghormatan, (3) duduk, (4) berdiri, (5) siaga dasar, dan (6) Siaga ditempat.
1.2. Gerakan Dasar Tangan (Siaga ditempat)
Gerakan dasar tangan yang dilakukan dengan siaga ditempat adalah: (1) Pukulan lurus 1-3x, (2) Sikut atas/ samping/ bawah, (3) Pukulan sentak atas/bawah, (4) Pukulan cepat, (5) kibas atas, (6) kibas luar, (7) kibas dalam, dan (8) kibas bawah.
1.3. Gerakan Dasar Tangan (Siaga silang)
Gerakan dasar tangan yang dilakukan dengan siaga silang adalah: (1) Pukulan lurus, (2) Pukulan sentak atas, (3) Pukulan sentak bawah, (4) Pukulan cepat, (5) kibas atas, (6) kibas luar, (7) kibas dalam, dan (8) kibas bawah.
1.4. Gerakan Dasar Kaki (Tendangan)
Gerakan dasar tangan yang dilakukan dengan siaga ditempat adalah: Tendangan lurus cepat, dan tendangan lurus cepat dalam melangkah.
1.5. Jurus wajib Gerak Langkah Dasar
Jurus wajib yang merupakan seni rangkaian gerak dasar untuk kurata satu adalah: (1) diawali dengan kerapihan sikap, (2) penghormatan, (3) aba-aba Gerak langkah Dasar; No. 1. Kibas luar, No. 2. Pukulan cepat, No. 3. Tendangan lurus, pukulan cepat, No. 4. Putar kibas luar, No. 5. Pukulan cepat, No. 6. Tendangan lurus, No. 7. Putar kibas luar, No. 8. Siaga dasar, No. 9. Mundur kibas luar, No. 10. Pukulan lurus, No. 11. sentak bawah, No. 12. kibas dalam, No. 13. maju pukulan lurus 3x, No. 14. sikut bawah, tendangan lurus, sentak bawah, No. 15. kibas dalam, No. 16. Siaga dasar, No. 17. tengok kanan, No. 18. kibas bawah, No. 19. sentak atas, No. 20. tendangan lurus sentak atas, No. 21. putar kibas bawah, No. 22. sentak atas, No. 23. tendangan lurus sentak atas, No. 24. putar kibas bawah, No. 25. tengok kiri, No. 26. siaga dasar, No. 27. tengok kiri, No. 28. kibas atas, No. 29. sikut atas, No. 30. Tendangan lurus, sikut samping, No. 31. Putar kibas atas, No. 32. Sikut atas, No. 33. tendangan lurus, sikut samping, No. 34. putar, kibas atas, No. 35. tengok kanan, No. 36. siaga dasar,

2. Meteri Dasar Kurata II (Dua)
2.1. Gerakan tangan
Gerakan dasar tangan dilanjutkan pada: (1) pukulan cepat beruntun, (2) pukulan sikut depan, (3) pukulan sikut samping, dan (4) teknik dua gerak, yaitu; No. 1. kibas atas pukulan cepat, No. 2. kibas luar pukulan cepat, No. 3. kibas dalam pukulan cepat, No. 4. kibas bawah pukulan cepat, dan No. 5. pukulan sentak bawah pukulan cepat.
2.2. Gerakan kaki (Siaga silang)
Gerakan dasar kaki dilanjutkan pada: (1) tendangan lingkar dalam, (2) tendangan menyamping, dan (3) tendangan belakang,
2.3. Teknik bertahan menyerang
(1). Teknik tangan;
No. 1. Maju kaki hadap kiri kibas dalam tangan kanan, pukulan punggung tangan kanan ke arah muka.
No. 2. Maju kaki kiri hadap kanan kibas dalam tangan kiri, pukulan punggung tangan kiri ke arah muka.
No. 3. Maju kaki hadap kiri kibas dalam tangan kanan, sikutkan tangan kanan ke arah muka.
No. 4. Maju kaki kiri hadap kanan kibas dalam tangan kiri, sikutkan tangan kiri ke arah muka..
No. 5. Maju kaki hadap kiri kibas dalam tangan kanan, hadap kiri pukulan cepat beruntun (tangan kanan lalu kiri) arah ulu hati.
No. 6. Maju kaki kiri hadap kanan kibas dalam tangan kiri, hadap kanan pukulan cepat beruntun (tangan kiri lalu kanan) arah ulu hati.
No. 7. Maju kaki hadap kiri kibas dalam tangan kanan, kaki kiri geser (badan memutar ke arah kiri) sikutkan tangan kiri ke arah kepala bagian belakang.
No. 8. Maju kaki kiri hadap kanan kibas dalam tangan kiri, kaki kanan geser (badan memutar ke arah kanan) sikutkan tangan kanan ke arah kepala bagian belakang.
(2). Teknik kaki;
No. 1. Bertahan dengan tendangan lurus.
No. 2. Bertahan dengan tendangan menyamping.
No. 3. Bertahan dengan tendangan belakang.
2.4. Teknik melepas sergapan/pegangan (materi beladiri praktis)
(1) Pegangan tangan sejajar dan silang,
(2) Pegangan kerah baju satu tangan dan dua tangan,
(3) Pegangan tangan sejajar dan silang,
(4) Pitingan samping dan belakang,
(5) Tepukan belakang,
(6) Bergandengan,
(7) Bersalaman.

2.5. Jurus Drajat Satu
Jurus wajib yang merupakan seni rangkaian gerak lanjutan dasar untuk kurata dua adalah: (1) diawali dengan kerapihan sikap, (2) penghormatan, (3) aba-aba mulai “drajat satu”;
No. 1. Siaga ditempat (kaki kanan),
No. 2. Siaga ditempat (kaki kiri),
No. 3. Hadap kiri,
No. 4. Tarik tangan kiri simpan disamping dada, geser/tarik kaki kanan hingga rapat, arahkan badan kearah kiri, buka/geser kaki kanan hingga ke posisi siaga silang dengan kaki kiri ke depan (hadap kiri). Kibas luar tangan kanan.
No. 5. Maju pukulan lurus satu kali tangan kanan.
No. 6. Tarik tangan kiri simpan disamping dada, tarik kaki kanan hingga rapat, balikkan badan kearah belakang, buka kaki kanan hingga ke posisi siaga silang (kaki kanan didepan), Kibas luar tangan kiri.
No. 7. Maju pukulan lurus satu kali tangan kanan.
No. 8. Hadap kiri.
No. 9. Tarik tangan kanan simpan disamping dada, tarik kaki kiri hingga rapat, balikkan badan kearah kiri, buka/geser kaki kiri ke depan hingga ke posisi siaga silang (kaki kiri didepan), Kibas luar tangan kanan.
No. 10. Maju pukulan lurus dua kali.
No. 11. Silangkan kedua tangan di depan perut (tangan kiri diatas tangan kanan), dorong hingga ke posisi didepan muka, kibaskan/kibas bawah (tangan kiri).
No. 12. Maju pukulan sentak atas tangan kanan.
No. 13. Silangkan kedua tangan di depan perut (tangan kanan di atas tangan kiri), dorong hingga keposisi di depan muka, kibaskan/kibas bawah (tangan kanan).
No. 14. Maju pukulan sentak atas tangan kiri.
No. 15. Maju kibas atas tangan kanan.
No. 16. Maju pukulan cepat beruntun dua kali (tangan kanan lalu kiri).
No. 17. Tengok kanan.
No. 18. Tarik kaki kanan hingga rapat, balikkan badan kearah kanan (hadap kanan) buka kaki kanan ke depan posisi siaga silang (kaki kanan di depan) kibas atas tangan kiri.
No. 19. Maju pukulan cepat beruntun dua kali (tangan kiri lalu kanan).
No. 20. Tarik kaki kiri hingga rapat, balikkan badan kearah belakang (putar) buka kaki kiri ke depan posisi siaga silang (kaki kiri di depan) kibas atas tangan kiri.
No. 21. Maju pukulan cepat beruntun dua kali (tangan kanan lalu kiri).
No. 22. Tarik/geser kaki kanan ke arah belakang (270%) hingga posisi hadap kanan (kaki kanan di depan), posisi tangan siaga untuk kibas dalam.
No. 23. Hadap kiri kibas dalam tangan kanan.
No. 24. Mundur pukulan sentak bawah tangan kiri.
No. 25. Mundur kibas dalam tangan kanan.
No. 26. Maju (hingga posisi kaki kanan sejajar dengan kaki kiri/posisi siaga ditempat) pukulan sentak bawah tangan kiri dan kanan (pada saat memukul kedua kaki tidak digeser/tetap sejajar ke depan).
No. 27. Pernapasan.
• Tarik kedua tangan kesamping dada dengan tangan dikepal, dada dibusungkan (bersamaan dengan tarik napas dalam-dalam melalui hidung).
• Dorong/luruskan kedua tangan kedepan dengan tangan terbuka posisi serong (bersamaan dengan itu buang napas pelan-pelan melalui mulut).
• Tarik kembali tangan kesamping dada dengan tangan dikepal dan kaki tarik/geser kaki kanan hingga rapat, dada dibusungkan (bersamaan dengan itu tarik napas dalam-dalam melalui hidung).
• Dorong/luruskan kedua tangan kearah bawah (samping badan) dengan tangan terbuka (bersamaan dengan itu buang napas pelan-pelan melalui mulut).
• Silangkan tangan ke depan dada (kembali siaga dasar).
2.6. Kekuatan dan Daya Tahan
Keserasian dan keseimabangan teknik gerakan dapat dicerminkan dari lima unsure daya gerak tarung derajat yang menjadi khas, yaitu: Kekuatan, kecepatan, ketepatan, keberanian, dan keuletan. Dari lima unsur inilah dapat dikembangkan kemampuan seorang petarung menjadi kuat dan ulet.

3. Materi Dasar Kurata III (Tiga)
3.1. Pengulangan gerakan
Setelah mendapatkan materi kurata I dan II, maka pada tingkatan kurata III yang perlu diulangi adalah: (1) Gerakan tingkat kurata I jurus “gerak langkah dasar”, dan (2) Gerakan tingkat kurata II jurus “Drajat satu”,
3.2. Gerakan Tangan dan kaki
Pukulan
(1) Pukulan lingkar dalam,
(2) Pukulan lingkar luar,
(3) Pukulan lingkar atas,
(4) Pukulan lingkar bawah,
Tendangan
(1) Tendangan lingkar belakang,
(2) Tendangan kait depan,
(3) Tendangan kait belakang,

3.3. Jurus Dasar (JUDAS)
Jurus wajib yang merupakan seni rangkaian gerak lanjutan dasar untuk kurata tiga adalah: (1) diawali dengan kerapihan sikap, (2) penghormatan, (3) aba-aba mulai “Siaga judas”, dan (4) Posisi , Siaga ditempat posisi serangan/tendangan (serong kanan);
No. 1. Drop tangan depan muka tangan kiri, pukulan cepat beruntun dua kali.
No. 2. Drop tangan depan muka tangan kanan, pukulan cepat beruntun dua kali.
No. 3. Drop kaki kiri, maju tendangan lurus kaki kanan, pukulan cepat beruntun dua kali.
No. 4. Drop kaki kanan, maju tendangan lurus kaki kiri, pukulan cepat beruntun dua kali.
No. 5. Hadap kiri sambil drop kaki kiri, pukulan cepat beruntun dua kali.
No. 6. Drop kaki kanan sambil putar, tendangan menyamping kaki kiri, pukulan lingkar luar tangan kiri, pukulan cepat kanan.
No. 7. Hadap kanan drop kaki kanan, tendangan lingkar dalam kaki kiri, pukulan cepat beruntun dua kali.
No. 8. Drop kaki kiri sambil putar, tendangan lingkar dalam kaki kanan, pukulan cepat beruntun dua kali.
No. 9. Hadap kiri drop kaki kiri, tendangan kait depan kaki kanan, pukulan lingkar luar tangan kanan, pukulan cepat tangan kiri.
No. 10. Drop kaki kanan sambil putar, tendangan kait depan kaki kiri, pukulan lingkar luar tangan kiri, pukulan cepat tangan kiri.
No. 11. Drop kaki kanan ¾ putaran, tendangan belakang kaki kiri, pukulan cepat beruntun dua kali.
No. 12. Drop kaki kiri ½ putaran, tendangan belakang kaki kanan, pukulan cepat beruntun dua kali.
No. 13. Drop kaki kanan, tendangan lingkar dalam kearah kanan dan tendangan menyamping ke arah kiri oleh kaki kiri, pukulan cepat beruntun dua kali.
No. 14. Drop kaki kiri, tendangan lingkar dalam kearah kiri dan tendangan menyamping ke arah kanan oleh kaki kanan, pukulan cepat beruntun dua kali.
No. 15. Putar, tarik kaki kiri, buka kaki kanan, kembali siaga dasar.

3.4. Bertahan menyerang
Dari serangan kaki:
No. 1. Kibas tangan kanan (teknik dua gerak), pukulan cepat beruntun dua kali.
No. 2. Kibas tangan kiri (teknik dua gerak), pukulan cepat beruntun dua kali.
No. 3. Drop kaki kiri, tendangan lingkar dalam kaki kanan,
No. 4. Drop kaki kanan, tendangan menyamping kaki kiri.
No. 5. Drop tangan silang (tangkapan kaki) sambil melangkahkan kaki kanan, putarkan dan dorong (jatuh dada), tangan menyamping kaki kanan.
No. 6. Langkahkan kaki kanan (teknik dua gerak), jepit kaki lawan dengan tangan kiri, tangan kanan memegang tengkuk, sapokan dengan kaki kanan.
No. 7. Langkahkan kaki kiri (teknik dua gerak), jepit kaki lawan dengan tangan kanan, tangan kiri mendorong punggung lawan, sapokan dengan kaki kiri, tendangan menyamping dengan kaki kiri.
No. 8. Drop kaki kanan (tulang kering), tendangan belakang kaki kiri.
3.5. Teknik Jatuhan Bantingan
No. 1. Jatuhan samping.
No. 2. Jatuhan pinggul
No. 3. jatuhan punggung,
No. 4. Jatuhan tengkuk.
 
4. MATERI UJIAN KURATA IV
I. Jurus Dradjat 2
1. Drop tangan menyilang di depa muka.
2. Tangan ditarik ke samping badan, kaki dan telapak kaki dibuka (posisi kuda-kuda).
3. Silangkan lagi tangan di depan muka, mundur kaki kanan, kibas bawah tangan kiri, pukulan cepat tangan kanan.
4. Lingkar dalam kaki kanan, kibas bawah tangan kanan, pukulan cepat tangan kiri.
5. Lingkar dalam kaki kiri, tendangan samping kaki kanan, pukulan sikut atas tangan kiri.
6. Hadap kiri pukulan lurus tangan kanan.
7. Tendangan samping kaki kanan, pukulan sikut samping tangan kiri.
8. Putar tarik kedua tangan, pukulan lurus tangan kiri.
9. Tendangan samping kaki kiri, pukulan sikut samping tangan kanan.
10. Hadap kanan, kibas luar tangan kiri.
11. Kibas dalam tangan kanan, sentak bawah tangan kiri.
12. Drop depan kaki kiri, langsung tendangan belakang kaki kiri, turunkan kaki kiri tersebut ke depan, kibas luar tangan kanan.
13. Kibas dalam tangan kiri, sentak bawah tangan kanan.
14. Drop depan kaki kanan, langsung tendangan belakang kaki kanan, turunkan kaki kanan tersebut ke depan, kibas luar tangan kiri.
15. Putar, sikap.

II. Tehnik Daya Gempur
III. Tehnik Bertahan Menyerang lanjutan/ Serangan dari 3 orang (3 arah)
No.1 : Kibas dalam tangan kanan, pukulan cepat 2 kali kearah rusuk/ulu hati (orang pertama). Tendangan samping kaki kanan (orang kedua).
No.2 : Kibas dalam tangan kanan, pukulan cepat 2 kali kearah rusuk/ulu hati (orang pertama). Tendangan belakang kaki kiri (orang kedua).
No.3 : Kibas dalam tangan kanan, putar kearah kiri sikut samping tangan kiri arah tengkuk (orang pertama). Tendangan lingkar dalam kaki kanan (orang kedua).
No.4 : Kibas dalam tangan kanan, putar kearah kiri sikut samping tangan kiri arah tengkuk (orang pertama). Tendangan kait kaki kanan, tendangan lingkar dalam kaki kanan (orang kedua).
No.5 : Tendangan lurus kaki kanan ( ).Tendangan samping kaki kanan( ).
No.6 : Tendangan lurus kaki kiri, Tendangan kait kaki kanan, tendangan lingkar dalam kaki kanan.
No.7 : Kibas luar tangan kiri, kibas dalam tangan kanan kearah dada lawan, sapokan kaki kanan kearah kaki kanan lawan/Jatuhan Samping. Kibas luar tangan kanan, tangan kiri melingkar di tengkuk lawan/Jatuhan Tengkuk.
No.8 : Kibas dalam tangan kanan, putar kea rah kiri sikut samping tangan kiri kea rah tengkuk. Kibas luar angan kanan, kibas dalam tangan kiri arah punggung lawan, sapokan kaki kiri kearah kaki kanan lawan/Jatuhan Dada.
IV. Tehnik Menghadapi Senjata Genggam
V. Rangkaian Gerak Bertahan Menyerang (RANGER)

D. Pelemasan (Colling Down)
Posisi berdiri siaga dasar. Langkahkan kaki kanan ke depan, kedua tangan angkat ke atas lalu rentangkan badan lemaskan dan busungkan dada kedepan pada saat itu tarik napas dalam-dalam melalui hidung, kemudian tarik kaki kanan kembali sejajar jatuhkan kedua tangan pada saat itu buang nafas melalui mulut. Lakukan gerakan ini bergantian (ganti kaki).
Bentuk pelemasan yang lain bisa juga dilakukan dengan cara gerakannya hampir sama seperti pemanasan (warming-up) peregangan statis urutan no.1-3 dan gerakan cara dinamis gerakan no. 1-5, namun peregangan dengan gerakan tidak maksimal/rilex (gerakan yang kontraksi tidak ada). Perlu dipahami, saat gerakan membuka ambil napas, tahan pada gerakan pelan-pelan menutup, lalu lepaskan napas melalui hidung. Posisinya bisa pada saat berdiri, jongkok, duduk dan tidur dilantai….

BOX...........!!!! Satat kab cianjur
AK RAMAH BUKAN BERARTI TAKUT
AKU TUNDUK BUKAN BERARTI TAKLUK
JADIKAN DIRIMU
OLEH DIRI SENDIRI

#Semoga Bermanfaat#