Tampilkan postingan dengan label Kebidanan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kebidanan. Tampilkan semua postingan

Senin, 01 November 2021

APA ITU JURUSAN KEBIDANAN

 

APA ITU JURUSAN KEBIDANAN?

Jurusan Kebidanan merupakan ilmu yang akan mempelajari cara membantu dan memimpin persalinan, melakukan pemeriksaan kehamilan, dan memantau perkembangan janin di tiap fase, juga merawat dan memberikan asuhan kepada pasien. Apalagi bagi para ibu yang baru pertama kali melahirkan, pasti membutuhan banyak bimbingan dalam mengurus bayi sekaligus memulihkan kondisi fisiknya. Selain itu jurusan kebidanan juga akan mengajarkanmu caranya mensosialisasikan tata cara menjaga kesehatan sistem reproduksi, agar para calon ibu dapat mempersiapkan kondisi fisiknya sebelum hamil dan menghasilkan keturunan yang sehat.

Profesi Bidan sebagai profesi yang sangat penting mengingat keselamatan ibu dan bayi ada di tangan para bidan. Jika terjadi masalah dalam kehamilan, seorang bidan perlu mengambil tindakan atau menyarankan penanganan yang cepat dan sesuai. Tak hanya di proses persalinan, setelah bayi lahir, tugas seorang bidan memberi pengetahuan seputar perawatan pascalahir, proses menyusui hingga mengawasi tumbuh kembang anak juga mensosialisasikan program Keluarga Berencana (KB).

Posisi bidan yang lebih dekat dengan para ibu diharapkan bisa membantu pemerintah dalam pelaksanaan program Keluarga Berencana (KB) ini, termasuk diantaranya pengetahuan dasar tentang usaha meningkatkan kesejahteraan keluarga. Dengan semakin banyak bidan yang berkompeten dan terserap di dunia kerja maka semakin sedikit pula angka kematian ibu dan bayi saat proses melahirkan.


KENAPA JURUSAN KEBIDANAN?

Sektor kesehatan masih menjadi salah satu sektor favorit dengan prospek karir yang menjanjikan, sebab hampir tidak ada lulusan kesehatan yang menganggur. Selain itu berkuliah di jurusan ini akan membuatmu lebih disiplin, karena mahasiswi kebidanan harus mengikuti aturan ketat yang dimiliki kampus, seperti mengenakan pakaian yang telah ditentukan. Di beberapa akademi kebidanan bahkan kamu juga harus tahu cara menata rambut dan mengikuti ketentuan berseragam.

Selain itu berkuliah di jurusan ini takan terasa membosankan sebab selama masa perkuliahannya, antara Teori dan praktek akan cukup berimbang, bahkan bisa dibilang lebih banyak materi praktek dibandingkan teorinya edufriends. Bidan sendiri bertugas membantu proses persalinan, baik itu mendampingi dokter atau bekerja sendiri. Kamu dapat bekerja di rumah sakit, klinik, puskesmas, atau bahkan membuka tempat praktik sendiri. Selain itu, kamu juga bisa menjadi konsultan atau penyuluh kesehatan kehamilan dan reproduksi untuk membantu mengasuh bayi yang baru lahir, hingga tahap imunisasi. Bidan juga merupakan pekerjaan yang mulia, sebab ikut membantu dan menolong masyarakat.

Sama seperti cabang jurusan kesehatan lainnya, Kebidanan juga menuntut komitmen dan upaya besar selama masa perkuliahan. Jurusan Kebidanan menawarkan pendidikan vokasional yang dapat ditempuh dalam waktu 3 tahun atau 6 semester untuk D3 dan 4 tahun atau 8 semester untuk D4 dan S1. Usai menuntaskan studi di Jurusan Kebidanan, kamu akan menyandang gelar Ahli Madya Kebidanan untuk D3, Sarjana Terapan Kebidanan untuk D4 dan Sarjana Kebidanan (S.Keb) untuk S1. Jika ingin melanjutkan lagi ke jenjang pascasarjana kamu dapat mengambil Magister Kebidanan atau program lain yang mendukung profesi yang kamu impikan.




Minggu, 31 Oktober 2021

Apa itu Ilmu Kebidanan dan Kandungan: Gambaran Umum

 Apa itu Ilmu Kebidanan dan Kandungan: Gambaran Umum


Pengertian dan Gambaran Umum

Ilmu Kebidanan dan Ginekologi adalah cabang ilmu kedokteran yang berfokus pada perawatan sistem reproduksi wanita. Tugas utama seorang ahli kandungan adalah melakukan pengawasan dan penanganan pada masa kehamilan, selain itu, ahli kandungan juga bertanggung jawab untuk mengawal proses melahirkan dan masa nifas, atau periode sampai 6 minggu setelah kelahiran. Di sisi lain, seorang ginekolog juga berhubungan dengan kesehatan sistem reproduksi wanita secara umum; pemeriksaan, perawatan, pengelolaan komplikasi kebidanan, dan tindakan yang melibatkan komponen pembedahan. Ilmu kebidanan dan ginekologi dipelajari bersamaan karena memiliki dasar ilmu yang saling melengkapi, sehingga seorang dokter yang telah menyelesaikan pelatihan itu disebut OB/GYN dan dapat melakukan kedua peran itu secara bersamaan.


Pelatihan dan Sertifikasi

Dokter yang ingin mengambil spesialisasi di bidang ini harus memiliki gelar dokter dan harus menyelesaikan program magang OB/GYN minimal selama 4 tahun. Program magang akan memberikan gambaran bagi dokter terhadap berbagai subspesialisasi yang berbeda dalam bidang tersebut. Selama enam bulan magang, dokter juga akan diabdikan pada perawatan utama dan pencegahan yang termasuk perawatan jalan, perawatan inap, serta kinerja dan penafsiran USG panggul dan transvagina. Interaksi dengan pasien dan tanggung jawab akan meningkat pada setiap tahun magangnya. Pada akhir tahun, dokter akan berperan sebagai kepala magang.


Setelah pelatihan magang, dokter akan diperbolehkan untuk mengikuti ujian sertifikasi. Setelah lulus, dokter akan diberikan sertifikasi pada Kebidanan dan Ginekologi, dan setelah itu, sertifikasi subspesialisasi lebih lanjut pun dapat diikuti.


Subspesialisasi

Dua bidang ini memiliki cakupan yang cukup luas, maka bidang ini dibedakan atas beberapa subspesialisasi, yaitu:


Feto-Maternal - adalah subspesialisasi yang berfokus pada pengobatan dan penanganan bedah bagi kehamilan berisiko tinggi. Tujuannya adalah untuk menyediakan perawatan yang sangat dibutuhkan bagi ibu dan janin. Subspesialisasi ini juga berhubungan dengan masalah medis selama kehamilan serta komplikasi saat kehamilan; termasuk penyumbatan air ketuban, hambatan dalam pertumbuhan janin, eklampsia (kejang pada saat kehamilan), insufisiensi serviks (kandungan lemah), kelainan tabung saraf, posisi rahim yang tidak normal, persalinan sesar perimortem, preeklamsia (tekanan darah tinggi saat kehamilan), perdarahan pasca persalinan, kelahiran prematur, komplikasi tali pusar, ruptur uteri, plasenta previa, dan banyak lagi.

Endokrinologi Reproduksi dan Infertilitas – Spesialisasi ini berfokus pada perawatan intervensi dalam kasus ketidaksuburan dan termasuk pemeriksaan penyebab biologis ketidaksuburan. Subspesialisasi ini berhubungan khusus dengan amenorea (tidak terjadinya menstruasi pada wanita setelah pubertas), anovulasi (terganggunya perkembangan sel telur), reproduksi dengan bantuan teknologi, perdarahan uterus disfungsional, sindrom ovarium polikistik, kekurangan hormon prolaktin, dan permasalahan lainya.

Onkologi Ginekologi – Subspesialisasi ini berhubungan dengan pemeriksaan, perawatan, dan pengobatan kanker yang mempengaruhi organ reproduksi, serta penanganan yang berkelanjutan dan komprehensif selama periode perawatan. Subspesialisasi berkaitan dengan kanker rahim, kanker vagina, kanker vulva, bibit sel tumor, kanker leher rahim, kanker tuba falopii, dan kanker trofoblas gestasional, serta masih banyak lagi. Seorang ahli OB/GYN yang ingin mengambil spesialisasi di bidang onkologi harus memiliki pengetahuan yang cukup tentang perawatan kanker dan komplikasi dalam onkologi.

Bedah Rekonstruksi Panggul Wanita – Subspesialisasi ini berfokus pada pemeriksaan dan perawatan pada wanita yang menderita inkontinensia urin (ketidak mampuan dalam mengontrol kandung kemih - /id/info/condition/inkontinensi) dan prolaps organ panggul (peranakan turun). Bidang ini dipandang sebagai subspesialisasi bedah dimana pembedahan merupakan tindak perawatan utama. Bidang ini dikenal juga sebagai uroginekologi yang membutuhkan pengetahuan tentang kondisi panggul yang berbeda, seperti disfungsi dasar panggul.

Bedah Laparoskopi – Subspesialisasi ini berhubungan dengan penggunaan teknik bedah laparoskopi sebagai alternatif invasif minimal bagi penanganan bedah dalam kelainan ginekologi.

Keluarga Berencana – Subspesialisasi ini berhubungan dengan kontrasepsi dan pengguguran kehamilan.

Ginekologi Anak dan Dewasa – Subspesialisasi ini menyediakan perawatan ginekologi untuk pasien muda.

Ginekologi Menopause dan Geriatrik – Subspesialisasi ini berkaitan dengan penanganan gejala menopause pada wanita lanjut usia.


Setiap subspesialisasi tersebut memiliki ujian sertifikasi tersendiri. Dokter kandungan/ ginekolog dapat mendalami lebih dari satu subspesialisasi.


Kapan seharusnya Anda menemui ahli kandungan/ginekolog?

Jika Anda membutuhkan pertolongan medis karena alasan berikut, itulah saat yang tepat untuk mengunjungi seorang dokter kandungan/ginekolog.


Kehamilan, persalinan, dan nifas

Periode menstruasi yang tidak teratur

Penyakit menular seksual, seperti herpes genital atau HIV

Ketidaksuburan

Gangguan saluran kemih

Ketidakmampuan dalam mengontrol buang air besar

Prolaps panggul

Prolaps uteri

Vaginosis bakterial

Luka jinak pada ovarium, leher rahim, atau vulva

Nyeri panggul kronis

Nyeri haid

Kehamilan di luar kandungan

Pengguguran Kandungan Elektif

Terapi Estrogen

Menopause

Keguguran

Kista ovarium

Radang pada lapisan vagina

Infeksi lain seperti servisitis, klamidia, penyakit radang panggul


Seorang OB/GYN juga terlibat dalam pencegahan penyakit serta pemeliharaan kesehatan reproduksi secara umum. Dengan demikian, Anda harus menemui OB/GYN jika Anda membutuhkan pemeriksaan seperti Pap Smear.


Ahli kebidanan juga menyediakan perawatan dan penanganan komplikasi kehamilan, seperti kelahiran sungsang, nifas yang tidak normal, perawatan pasca kehamilan, pemenuhan nutrisi sebelum melahirkan, penggunaan obat-obatan selama kehamilan, dan sebagainya.


Mengunjungi OB/GYN

Sangat wajar bagi seorang wanita untuk merasa malu pada saat pertama kali berkonsultasi dengan seorang OB/GYN karena ahli kesehatan tersebut berhubungan dengan kesehatan personal dan sensitif, serta memeriksa bagian paling pribadi dari tubuh seorang wanita. Beberapa permasalahan, seperti penyakit menular seksual atau perencanaan keluarga, juga dianggap sebagai hal yang pribadi dan intim.


Karena spesialisasi medis ini berhubungan dengan beberapa permasalahan terpenting yang dihadapi wanita dalam hidupnya, seperti persalinan, pengendalian kelahiran, dan menopause, sangat penting untuk menemukan ahli kandungan/ginekolog yang dapat dipercaya oleh pasien dan membuat pasien merasa nyaman. Beberapa pasien memilih untuk berkonsultasi dengan hanya seorang ahli kandungan/ginekolog yang dapat menyediakan perawatan yang mereka butuhkan dalam hidup mereka.


Sangat penting bagi wanita untuk melakukan pemeriksaan secara berkala pada seorang ginekolog setelah mereka mencapai usia aktif secara seksual, sama pentingnya seperti wanita hamil untuk memperoleh perawatan pra kelahiran dari seorang ahli kandungan selama masa kehamilannya.


Apa yang Diharapkan Selama Berkonsultasi dengan OB/GYN

Sangat dianjurkan kepada wanita berusia 13 sampai 15 tahun untuk melakukan kunjungan pertama ke ahli OB/GYN. Konsultasi pertama kali pada pasien remaja perempuan biasanya hanya berupa diskusi dengan dokter, tanpa adanya pemeriksaan fisik. Dokter akan menanyakan beberapa pertanyaan umum tentang riwayat kesehatan pribadi dan keluarga.


Seorang perawat biasanya akan mengukur berat serta tekanan darah pasien, dan melakukan tes urine jika diperlukan. Jika Anda aktif secara seksual, dokter mungkin melakukan pemeriksaan tambahan untuk memeriksan penyakit menular seksual.


Jika ditemukan komplikasi atau gejala, kunjungan tersebut mungkin memerlukan pemeriksaan fisik pasien, yang melibatkan pemeriksaan bagian luar vagina, daerah vulva, pembukaan vagina, dan organ reproduksi. Jika Anda harus melakukan pemeriksaan fisik, hindari melakukan hubungan seksual atau mencuci vagina dengan menyemprotkan air dan cairan lain selama 24 jam sebelum kunjungan Anda ke OB/GYN; aktivitas seksual dapat mempengaruhi hasil pemeriksaan seperti tes Pap Smear.


Rujukan:


Freund K. Approach to women's health. In: Goldman L, Ausiello D, eds. Goldman's Cecil Medicine. 24th ed. Philadelphia, PA: Saunders Elsevier; 2011:chap 245.

Schrager SB, Paladine HL, Cadwallader K. Gynecology. In: Rakel RE, ed. Textbook of Family Medicine. 8th e

Minggu, 08 November 2015

Contoh Laporan Bulanan LB1, KIA,GIZI,P2P,LB4,

Salam untuk para pembaca sekalian,
seluruh kegiatan yang berkaitan dengan kerjaan terutama tenaga kesehatan pada akhirnya harus diberikan laporan- laporan pertanggung jawaban  tertentu, bisa mingguan, bulanan atau tahunan, tergantung jenis laporan dan jenis kegiatan tersebut, berikut saya berikan contoh Laporan Bulanan LB1,KIA,GII, P2P ,LB4 dan Imunisasi untuk tenaga medis kesehatan yang bertugas di pedesaan atau daerah perkotaan untuk dilaporkan ke puskesmas atau dinas masing-masing sebagai bahan pertanggung jawaban tugas yang di emban oleh tenaga medis tersebut.

Contohnya Bisa Anda Download di link berikut:




Terima kasih telah berkenan membaca, semoga bermanfaat

mentsz.blogspot.com
FB. hilman solehudinnuh@yahoo.co.id <dfz>